Postingan

Ronggeng Dukuh Paruk: Buku Pertama📚

Gambar
Novel ini merupakan penyatuan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Kalimat itu sebenarnya sempat kubaca sekilas sebelum aku mulai membuka halaman pertama buku ini. Namun, karena aku memang tidak familiar dengan novel ini dan segala hal yang berkaitan dengannya, tulisan tersebut kuabaikan begitu saja. Hingga pada hari keempat proses membaca, aku baru benar-benar menyadari bahwa novel yang sedang kubaca adalah gabungan dari tiga novel yang dimuat menjadi satu buku utuh setebal 520 halaman. Aku cukup terkejut—dan jujur saja, aku menertawakan diriku sendiri yang begitu polos dan tidak tahu-menahu tentang buku yang sedang kubaca. Bagiku, membaca buku tanpa mengetahui spoiler isinya adalah hal yang sangat kusyukuri. Berbeda dengan film—aku justru akan “melahap” habis spoiler yang berseliweran di jagat media sosial. Ada kenikmatan tersendiri saat membiarkan sebuah buku membuka dirinya perlahan, tanpa ekspektasi yang dibentuk lebih ...

Perempuan; Sebuah Permulaan

Perempuan, makhluk Tuhan yang sebagian besar hidupnya seperti kambing hitam. Semenjak lahir ke dunia, perempuan sudah dituntut untuk memaklumi keberadaannya sebagai perempuan. Segala hal yang melekat dalam dirinya, dapat dengan bebas dikomentari oleh orang selainnya. Warna kulitnya, karakternya, apa yang dikenakannya dan hal lainnya selalu menjadi sasaran empuk orang lain. Perempuan harus hidup dengan tuntutan masyarakatnya, karena kalau tidak; ia akan dianggap berbeda. Perempuan kecil dalam sebuah keluarga dituntut oleh orang tua harus bisa mengerjakan pekerjaan domestik; menyapu, mengepel dan lain sebagainya. Budaya patriarki yang tidak pernah hilang membuat perempuan hampir kehilangan masa kecilnya ketika tumbuh menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga. Ia memiliki tanggung jawab yang sama seperti ibu, atau bisa jadi menggantikan tanggung jawab sang ibu. Terkadang, perempuan iri dan muak dengan hidupnya, sebab hidup laki-laki selalu serba mudah dan tanpa tuntutan yang parah. Tetap...

[2] Bahagia?

Gambar
"Bahagia itu tanggung jawab siapa?" tanyaku kepadamu. " Menurutmu?" "Ih ko balik nanya sih? aku kan mau tahu pendapatmu"  "Bahagia itu tanggung jawab kamu," "Hah? ko aku?" "Ya jelas kamu" "Kenapa bisa aku?" "Terus kalau bukan kamu siapa?" Aku sedang mencerna semua yang dikatakanmu. "Karena kamu yang bertanya, tentu kamu-lah jawabannya" Aku semakin tidak mengerti dengan ucapanmu. Kamu suka sekali membuat orang lain berpikir keras. Kebiasaan. "Manusia sering kali merasa bahwa bahagia bukan tanggung jawab pribadi. Mereka suka sekali menggantungkan bahagia kepada orang selain dirinya. Entah kenapa harus seperti itu?" "Manusia merasa bahwa orang selain dirinya dapat membuatnya lebih bahagia" "Omong kosong, tidak ada orang yang bahagia karena orang lain jika dia belum bisa membahagiakan dirinya sendiri" "Buktinya banyak yang senang dan tertawa" "Senang dan t...

[1] Gelap?

Gambar
Terang, tak lagi benar-benar mewakili hilangnya kegelapan. Dalam ruang yang syak dari cahaya, terang justru hadir dalam situasi kedap semacam itu. Tegasnya, suatu gemerlap justru hadir kala langit berselimut gelapnya udara malam.  Dalam renungan itulah, Bintang termenung. Ditemani hujan yang mendebur atap-atap langit yang tampak agak rembes dimakan kuyup.  Dirinya, tengah mencari arti dari gelap yang sedang melingkupi hidup pahitnya, memaksa dirinya betah dengan teror dari sesat langkah di masa mendatang. Menjauhkannya dari dunia, ke luar dunia yang tak ber-ruang fisik adanya.  Dalam pikir panjangnya, dia bersahut "Andai gelap adalah kebenaran, maka aku akan menjadi pembela yang paling utama. Jikalau gelap adalah ajaran dari Tuhan, maka aku akan bersedia menjadi hambanya" .  Namun, apakah itu mungkin? Kala primodialitas manusia justru berbicara menyoal gelap sejak dahulu. Gelap kerap menjadi lawan determinan dari cahaya yang tak lain telah mewarisi simbol dari kebena...

[1] Pahala Sedekah

Gambar
Sumber: mentrasukabumi.pikiran-rakyat.com Ada seorang petani mendatangi tetangganya yang kaya dan memiliki kegemaran berburu. Ia mengadu kepadanya tentang gandum yang di ladangnya rusak dikarenakan banyak anjing miliknya masuk ke ladang petani tersebut. Tetangga berkata: “Benar wahai sahabatku, banyak anjingku yang melewati ladangmu dan barangkali hal tersebut menjadi penyebab kerusakan yang terjadi. Saya siap mengganti kerugianmu.” Kemudian petani menjawab: “Ketika aku melihat apa yang menimpa tanahku dikarenakan kerusakan tersebut. Aku memanggil temanku untuk memperkirakan jumlah kerugiannya. Dan kami berpendapat bahwa kerugiannya mencapai 30 Pounds.” Maka datang kepadanya seseorang meminta kerugian tersebut. Ketika waktu panen tiba, petani menemukan bahwa bagian yang rusak tersebut menghasilkan panen yang bagus. Ia pun pergi menemui seseorang (rahasia) dan memberitahukan kejadian tersebut. Ia berkata: “Sesungguhnya ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan dikaren...

[5] Kehilangan

Gambar
  "Din, besok jadi kan?" tanya perempuan berkaca mata tebal, siapa lagi kalau bukan Rina, bocah petualang yang kerjaannya keliling gunung sekaligus berstatus sebagai sahabat dekatku.  "Besok ada apaan?" tanyaku sembari membalikkan halaman buku yang sedang kubaca. Bukan anak kutu buku atau semacamnya, aku hanya suka membaca saja tanpa alasan yang bisa kujelaskan kepada orang lain. "Jangan bilang lo lupa sama hari besok," ucapannya sedikit membuatku gugup. Besok ada apaan ya? Mana sempat isi kepala gue yang banyak dan rumit ini mengingat acara besok, hari sekarang aja gue mana tau hari apa. Mampus gue ga inget sama sekali, aku berbicara sendiri di dalam hati sembari memperhatikan tingkah Rina yang sebentar lagi akan marah karena kebiasaanku, lupa. "Satu..dua... Tiga. Gue cabut dulu Riiiin, gue lagi males denger lo ngomel panjang lebar," aku berlari meninggalkan Rina yang tampak sudah siap di posisinya, memarahiku seharian penuh. Setelah jauh, aku b...

[4] Kagum

Gambar
  Namanya Bagas Pratama. Nama yang pertama kali berhasil mendebarkan hatiku setiap kali ada yang menyebutnya. Nama milik seseorang yang memiliki senyuman terhangat sekampus. Aku mengaguminya sejak pertama kali ia muncul di hadapanku sekitar dua tahun yang lalu sebagai ketua ospek. Suaranya lembut, perilakunya hangat dan tampangnya jangan ditanya lagi, menurutku dia malaikat yang turun dari langit dan hidup di bumi, hehehe. Kami tidak dekat, kami hanya sebatas junior dan senior, tidak lebih. Tapi jika harus jujur, aku sangat ingin dekat dengannya lebih dari sebatas kata junior-senior. Aku hanya bisa berharap beberapa hal tentangnya. Semoga semesta dan waktu memihak kepadaku, setidaknya membuat pertemuan singkat antara aku dengannya atau memberiku kesempatan ada di hidupnya.  ~~ "Ra, kamu jadi ikut daftar senat?" tanya Ira menghampiriku yang sedang asyik melihat-lihat instagram senat kampus yang di dalamnya ada beberapa foto milik seseorang yang sangat kukagumi. "Jadilah,...

Kapan?

Gambar
"Kapan?" adalah pertanyaan tersensitif untuk usia berkepala dua. Ga percaya? Buktiin aja sendiri.  Dulu sewaktu kecil, masih imut, masih suka ngala tutut di sawah, masih sering tebar pesona sana sini, masih sering nurut, aku sering banget denger pertanyaan yang simpel tapi orang yang ditanya gabisa jawab pake kata-kata, biasanya mereka jawab dengan senyuman pasinya. Aku ga paham sih kenapa kayak gitu dan kenapa orang suka sekali bertanya seperti itu. Karena saat itu aku hanya sebagai penonton. Ya, ibaratkn nonton tv lah, liat adegan percakapan tapi otak mikir keras mempertanyakan. Kadang aku mikir, masa iya sih pertanyaan yang diawali kata "kapan" itu emang bener-bener sensitif, ah itu mah cuma baper aja kali. Eh taraaaa, sekarang aku tau gimana rasanya.  Dan yang lebih aneh lagi, pertanyaan kayak gitu tuh sering banget muncul pas di momen-momen kumpul-kumpul kayak lebaran, syukuran atau nikahan. Kayak ga ada topik pembicaraan lain aja, iya ga sih? Maen ke rumah si ...

Keluarga?

Gambar
  Kata mereka, keluarga adalah sosok yang paling mengerti diri kita. Nyatanya tak selamanya mereka memahami apa yang kita inginkan. Meskipun begitu, mengagumkannya keluarga, berbeda isi kepala namun tetap ingin bersama dalam satu ruang yang sama, "Rumah". Mereka adalah gambaranku dengan karakter yang berbeda-beda, terkadang menyenangkan, terkadang menyebalkan. Namun ketika bersama mereka, jiwa yang hampa dan kosong ini seakan terisi ruang. Mereka baik sebagai seorang saudara, mereka menyebalkan sebagai seorang saudara, mereka mengagumkan sebagai saudara, mereka adalah orang-orang yang tak pernah ingin kutukar meski dengan segunung emas. Kami berbeda karakter. Kami tak sama. Hobi kamu pun beda bahkan jurusan dan sekolah yang kami tempati pun tak pernah sama. Kami belajar berbagi, memahami dan menikmati sebuah perbedaan sebagai suatu aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Marah-marah karena persoalan sesuatu sudah biasa, main omong-omongan karena saling kesal sudah jadi sarapan....

[CeritaHariIni (1)] Ikhlaaaaas yaaa...

Gambar
Ikhlas, katanya kata yang paling sulit dilakukan oleh manusia. Memang benar sih, kadang kalau mau ikhlas itu harus dipaksa dulu sampe ngelus dada berkali-kali dan ngomong dlm hati "gpp, ikhlas-ikhlas-ikhlas". Tapi masa mau selamanya kayak gitu sih? Tiap apa-apa harus maksa hati buat ikhlas padahal aslinya boro-boro. Ah, katanya kalau sesuatu yang dilakukan berkali-kali biasanya kesananya jadi kebiasaan dan biasa. Tapi kalo perkara ikhlas, beda cerita. Ikhlas itu bukan perkara kebiasaan tapi keinginan. Kalo kita ngelakuin ikhlas berkali-kali tapi gaada keinginan buat beneran ikhlas, itu percuma aja sih. Ya mungkin Allah catat amal baiknya karena usahanya, tapi kedepannya apakah hati kita akan baik-baik saja jika terus menerus berpura-pura? Eit kok jadi tambah ribet ya, perkara ikhlas aja sampe berurusan sama hati segala. Ikhlas bisa kita latih kok gais. Ngelatihnya ga gampang sih. Mesti nyesek dulu yang nyeseknya sampe banget banget gtu. Apalagi kalo kita punya karakter yang s...

Menyempurna menuju-Nya

Gambar
Kematian sangat dekat bahkan kita sebagai manusia tak pernah sedikit pun tahu kapan ajal itu akan menjemput. Sebagai manusia hanya bisa menabung amal untuk bekal di kehidupan selanjutnya, kehidupan yang lebih kekal. aku masih ingat bagaimana parasnya, sikapnya, kebaikannya. Ia adalah sosok sederhana yang bekum bisa aku contoh. Hal yang paling aku ingat, ia selalu mengobrol dengan cucunya, bercerita tentang semua kisah yang menurutku saat itu sangat menarik. Tapi sayang saat itu aku masih muda, ingatanku tidak kuat, ingatanku tidak bisa mengingat secara jelas kisah apa yang diceritakannya sehingga berhasil membuat kami, para cucunya, sangat menantikan momen-momen tersebut. aku tidak benar-benar tahu bagaimana keadaannya sekarang. Yang aku tahu ia pasti sudah tenang dan bahagia di sana. aku tidak meminta-Nya untuk mengembalikannya kepada kami, karena ia milik-Nya dan sudah waktunya kembali kepada-Nya. Saat ini aku hanya berharap semoga petuah-petuahnya dulu selalu mengingatkanku bahwa ki...

"aku tidak benar-benar tahu bagaimana rasanya? Tapi aku pernah merasakannya"

Gambar
aku tidak tahu bagaimana rasanya? aku hanya sebatas melihat, mendengar dan memperhatikan. aku tidak benar-benar tahu bagaimana rasanya? Apakah sangat sakit? Benar-benar sesak? Bahkan hampir bingung apa yang harus dilakukan untuk meredamnya? aku hanya sebatas melihat. Namun jika berbicara kehilangan, aku pernah merasakannya, bukan hanya aku, mungkin kamu atau mereka pun pernah. Tapi aku tidak tahu apakah kadar rasanya sama? Antara aku, kamu dan mereka? aku tidak pernah tahu itu.  Yang aku ingat rasa kehilangan memang tak pernah bisa menuntut kita baik-baik saja. Terlebih lagi kehilangan seseorang yang memang benar-benar dekat dengan kita, selalu ada untuk kita, menjadi sandaran untuk setiap masalah kita, sosok terbaik dalam perhatian dan segala hal baik yang tak pernah kita balas.  Kehilangan kali ini bukan terpisah jarak antara satu kota, satu daerah, satu provinsi, satu negara. Tapi kehilangan yang terpisah ruang antara dunia sekarang dan dunia setelahnya. Kehilangan ini buka...

Mengapa "aku" Berbeda?

Gambar
  Hari ini, Si aku sedang bercermin menatap parasnya, tubuhnya dan dirinya. aku berbicara kepada cermin, yang menurut sebagian manusia adalah benda mati. Tetapi menurut sebagian manusia yang lain, ada Aku mewujud dalam cermin tersebut. Terkadang aku tersenyum, tetapi beberapa saat kemudian aku menangis. aku tersenyum ketika melihat Aku mewujud dalam diriku sangat sempurna. aku menangis ketika aku tak bisa melihat Aku meski dengan ibadah puluhan tahun lamanya. Dan sepertinya contoh kedua adalah contoh aku yang paling dekat dengan manusia sepertiku. aku lahir dengan sebuah nama, kata yang dipercaya menjadi doa terbaik bagi pemiliknya. Lalu bagaimana jika namanya sudah bagus tetapi hati pemiliknya tak pernah bagus. aku lahir dari keluarga yang baik, lalu bagaimana jika aku tak menjadi orang baik? aku ini masih sering membual dan mempertanyakan takdir Tuhan. "Kenapa seperti ini, kenapa begini, kenapa begitu hingga pada pertanyaan yang krusial kenapa "aku" berbeda?" aku ...

{Flow-1} Menulis Menjadi Solusi Pikiran yang Terkerangkeng

Gambar
  sumber: geotimes.co.id Hai hai gais, di zaman yang serba canggih ini banyak sekali informasi yang dapat kita ketahui dan dapatkan secara cuma-cuma ya modal jari jempol aja atau bc-an dari orang lain. Informasi-informasi yang ada secara terus menerus dikonsumsi setiap hari dengan jumlah yang tidak sama, karena perputaran arus informasi yang sangat besar. Sama halnya dengan kegiatan makan yang dilakukan setiap hari dengan memasukkan berbagai jenis makanan, minuman dan vitamin. Adakalanya makanan yang sudah melewati proses di dalam tubuh harus dibuang melalui saluran pembuangan agar tubuh kita kembali menjadi normal atau istilah gaulnya tidak menjadikan perut kita buncit karena terlalu banyak menyimpan makanan. Begitu juga informasi-informasi yang dikonsumsi setiap hari dan sudah mengakar di dalam otak, harus ada proses untuk mengeluarkannya  juga. Informasi yang sudah   mengakar dalam otak harus segera dikeluarkan agar tidak menyebabkan otak merasa penuh dan pikiran yang...

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Gambar
sumber: alkhoirot.org      Halo Assalamualaikum, balik sama admin blog aksara rasa. Hei hei para penongkrong setia aksara rasa. Kali ini aku mau ngobrol seputar lanjutan kemarin tentang mantiq, tapi sekarang mau ngobrolin masalah hukumnya nih. Sebenarnya aku agak ngeri-ngeri gimana gitu kalo bahas hukum, takut salah, maklum masih on going belajarnya, belum tuntas, hehe. Tapi tetap aja kan ceritanya ini program resume kitab, jadi aku mau ngobrolin masalah hukumnya mantiq, tetapi gais-gais ini sepehaman aku selama belajar kitab ini. Kalo dipertengahan pembahasan kalian nemuin hal-hal yang mengganjal, tolong jangan lapor 119 tapi lapor ke aku ya, supaya aku bisa perbaiki (kan belajar hehe).      Setelah membahas tentang kata pengantar penulis dan pengertian mantiq. Pembahasan berikutnya dalam kitab sullam munauroq adalah pembahasan tentang hukum mempelajari ilmu mantiq. Dalam KBBI, hukum mempunyai makna yaitu peraturan yang mengatur pergaulan hidup masyaraka...

[RK1] Kenalan sama Kitab Sullam Munauraq

Gambar
  Halo Assalamu’alaikum para penongkrong setia blog aksara rasa. Kali ini aku mau ngeresume salah satu kitab tipis yang berisi ilmu yang lumayan buat kepalaku pusing tujuh keliling, enggak deng bercanda . Kitab tersebut mempunyai nama “Sullam Munauraq” karya Syeikh Abdurrahman Al Akhdori. Biasanya, kitab tersebut sering dikaji oleh para santri ketika di pesantren, tetapi aku baru kali ini mengkajinya setelah lulus kuliah, rasanya telat banget kan, tapi enggak apa-apa dinikmatin aja, hehe. Seperti kitab pada umumnya, kitab tersebut diawali dengan kata pengantar penulis dan tujuan pemberian nama terhadap kitab tersebut. Namun yang menarik, penulis menggunakan kata-kata filosofis ketika mengungkapkan rasa syukurnya kepada. Salah satu contohnya yaitu dalam mengungkapkan makna kata “Al Hamdu” tidak langsung bermakna pujian semata tetapi mempunyai makna yang lebih mendalam. Kata “Al Hamdu” bermakna sikap yang mencerminkan adanya rasa mengagungkan kepada Dzat yang memberikan nikmat ba...

[3] [Lebih dari Sahabat]

Gambar
Rio tak pernah menyangka jika perasaannya kepada Kiara lebih dari sahabat. Ia tidak bisa lebih lama memendam perasaan tersebut. Ia ingin sekali mengungkapkannya tetapi di sisi lain ia juga takut kehilangan sahabat perempuan satu-satunya tersebut. "Yooo.." panggil Kiara dari kejauhan. Tangannya melambai diiringi sebuah senyuman manis yang paling disukai Rio. "Lo kemana aja, gue cari-cari ke ruang radio gak ada. Lo ga biasanya ada di taman," tanya perempuan yang kini duduk di sebelah Rio dengan nafas yang masih terengah-engah. "Gue ada perlu di sini." "Lo ada perlu apa di taman, gak biasanya. Oh gue tau, gue tau, lo lagi janjian ya?" tebak Kiara sok tahu, "anak mana sekarang? Anak kedokteran lagi atau anak komunikasi?" Rio hanya tersenyum ketika sahabatnya berusaha menebak perempuan yang kencan dirinya. Nyatanya hatinya tak pernah memilih perempuan mana pun, hanya ada sosok Kiara yang mengisi hatinya. "Menurut lo anak mana?" ...

[2] Cinta Pertama

Gambar
  Jalanan kota Jakarta sedang sepi, mungkin karena hari ini car free day (CFD) meskipun hanya sampai jam 09.00, tetapi ruang hatiku berisik seolah-olah sedang asyik mengobrol. Aku terdiam menatap jalanan kota dan lelaki yang kini berada di sebelahku sedang khusyuk menghisap rokok dan sesekali tingkah jailnya muncul, meniupkan asapnya tepat di depan wajahku. Setiap kali momen itu terjadi, aku ingin sekali marah karena aku tidak pernah menyukai aroma rokok dan asapnya tetapi lidahku kelu dan malahan mulutku  secara tidak sadar membentuk bulan sabit diikuti mata menyipit setelah mendapat perlakuan anehnya. Aku tersenyum, tingkah dan semua hal yang bertentangan denganku adalah hal kecil yang perlahan aku sukai darinya. Entah kapan perasaan ini muncul, tetapi seingatku, waktu bekerja sama untuk keberhasilan munculnya perasaan ini. "Kenapa sih kamu ngelakuin hal yang kayak gitu terus?" tanyaku sembari mengibas-ngibas asap yang baru saja ia tiupkan di depan wajahku. Aku mundur perl...

[1] Suka sama Junior

Gambar
  Aku memandangnya dari kejauhan. Senyumannya manis lengkap dengan wajahnya yang lebih tampan dari teman-temanku di kuliah. Selama kajian berlangsung, mataku sesekali memperhatikannya, melihat senyumnya, tingkahnya bahkan berusaha menebak apa yang dibisikkannya kepada teman sebelahnya. Tanpa kusadari, aku membuat beberapa bait puisi tentang perasaan yang kurasakan saat ini ketika memandangnya. Berbunga-bunga dan merasa sangat bahagia, padahal lelaki tersebut tidak melakukan sesuatu yang membuat hatiku terenyuh. Aku tidak mengerti perasaan macam apa yang memenuhi dadaku. Entah perasaan suka atau hanya sebatas rasa yang hadir sesaat dan mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu. Aku tidak akan bisa bersamanya, itu yakinku, karena dia juniorku bahkan muridku selama magang di Yayasan Berdaya Umat. Tetapi, aku juga tidak bisa menahan perasaanku untuk tetap muncul. "Kita tidak pernah tahu rasa itu tumbuh, kemana ia kan meneduh" adalah ungkapan yang berhasil menyemangatiku bahwa...