[RK1] Kenalan sama Kitab Sullam Munauraq

 


Halo Assalamu’alaikum para penongkrong setia blog aksara rasa. Kali ini aku mau ngeresume salah satu kitab tipis yang berisi ilmu yang lumayan buat kepalaku pusing tujuh keliling, enggak deng bercanda. Kitab tersebut mempunyai nama “Sullam Munauraq” karya Syeikh Abdurrahman Al Akhdori. Biasanya, kitab tersebut sering dikaji oleh para santri ketika di pesantren, tetapi aku baru kali ini mengkajinya setelah lulus kuliah, rasanya telat banget kan, tapi enggak apa-apa dinikmatin aja, hehe.

Seperti kitab pada umumnya, kitab tersebut diawali dengan kata pengantar penulis dan tujuan pemberian nama terhadap kitab tersebut. Namun yang menarik, penulis menggunakan kata-kata filosofis ketika mengungkapkan rasa syukurnya kepada. Salah satu contohnya yaitu dalam mengungkapkan makna kata “Al Hamdu” tidak langsung bermakna pujian semata tetapi mempunyai makna yang lebih mendalam. Kata “Al Hamdu” bermakna sikap yang mencerminkan adanya rasa mengagungkan kepada Dzat yang memberikan nikmat baik sebagai penyebab nikmat (hamid) atau lainnya.

Tanpa menunggu lama, mari kita langsung masuk ke dalam pembahasan tentang ilmu mantiq yang menjadi point utama dalam kitab tersebut. Mantiq secara bahasa yaitu salah satu bidang keilmuan, selain itu juga bisa berarti “idrok” yaitu memahami. Secara istilah mempunyai makna ilmu yang disusun untuk memperkuat pemahaman dan menjauhkan dari kesalahan berpikir. Tanpa mempelajarinya pun seseorang sudah bisa berpikir tetapi tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kesalahan berpikir. Mantiq hadir sebagai produk nyata untuk menyelamatkan akal dari kesalahan berpikir. Orang yang berakal tanpa mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukannya dalam berpikir seringkali membuat resah orang lain terlebih lagi jika ia tidak menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Hal ini sangat miris jika dibiarkan terus menerus, karena akan menciptakan kesenjangan antar individu. Oleh karena itu, kita harus mempelajari mantiq dengan harapan setidaknya cara berpikir kita tidak menyulitkan orang lain.

Oke para penongkrong blog aksara rasa. Mungkin untuk perkenalan dengan kitab yang akan aku bahas beberapa minggu ke depan cukup sekian. Memang tidak detail, karena tulisan ini sengaja dibuat untuk menghidupkan rasa penasaran kalian dalam mencari tahu secara mendalam kitab tersebut. Soalnya lebih seru nyari sendiri ilmu yang pengen kita tahu biar kerasa prosesnya. Selain itu juga itung-itung merealisasikan langkah dasar dalam menggunakan otak kita ketika berpikir. 

Oke gaiis terima kasih sudah menyempatkan mampir dan baca sekilas tulisan ini. Semoga apa yang aku tulis bermanfaat. Daaah sampai ketemu di minggu berikutnya ya!   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NIAT DALAM MENUNTUT ILMU

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Halaman