Postingan

Menampilkan postingan dengan label Healing

Kapan?

Gambar
"Kapan?" adalah pertanyaan tersensitif untuk usia berkepala dua. Ga percaya? Buktiin aja sendiri.  Dulu sewaktu kecil, masih imut, masih suka ngala tutut di sawah, masih sering tebar pesona sana sini, masih sering nurut, aku sering banget denger pertanyaan yang simpel tapi orang yang ditanya gabisa jawab pake kata-kata, biasanya mereka jawab dengan senyuman pasinya. Aku ga paham sih kenapa kayak gitu dan kenapa orang suka sekali bertanya seperti itu. Karena saat itu aku hanya sebagai penonton. Ya, ibaratkn nonton tv lah, liat adegan percakapan tapi otak mikir keras mempertanyakan. Kadang aku mikir, masa iya sih pertanyaan yang diawali kata "kapan" itu emang bener-bener sensitif, ah itu mah cuma baper aja kali. Eh taraaaa, sekarang aku tau gimana rasanya.  Dan yang lebih aneh lagi, pertanyaan kayak gitu tuh sering banget muncul pas di momen-momen kumpul-kumpul kayak lebaran, syukuran atau nikahan. Kayak ga ada topik pembicaraan lain aja, iya ga sih? Maen ke rumah si ...

Keluarga?

Gambar
  Kata mereka, keluarga adalah sosok yang paling mengerti diri kita. Nyatanya tak selamanya mereka memahami apa yang kita inginkan. Meskipun begitu, mengagumkannya keluarga, berbeda isi kepala namun tetap ingin bersama dalam satu ruang yang sama, "Rumah". Mereka adalah gambaranku dengan karakter yang berbeda-beda, terkadang menyenangkan, terkadang menyebalkan. Namun ketika bersama mereka, jiwa yang hampa dan kosong ini seakan terisi ruang. Mereka baik sebagai seorang saudara, mereka menyebalkan sebagai seorang saudara, mereka mengagumkan sebagai saudara, mereka adalah orang-orang yang tak pernah ingin kutukar meski dengan segunung emas. Kami berbeda karakter. Kami tak sama. Hobi kamu pun beda bahkan jurusan dan sekolah yang kami tempati pun tak pernah sama. Kami belajar berbagi, memahami dan menikmati sebuah perbedaan sebagai suatu aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Marah-marah karena persoalan sesuatu sudah biasa, main omong-omongan karena saling kesal sudah jadi sarapan....

[CeritaHariIni (1)] Ikhlaaaaas yaaa...

Gambar
Ikhlas, katanya kata yang paling sulit dilakukan oleh manusia. Memang benar sih, kadang kalau mau ikhlas itu harus dipaksa dulu sampe ngelus dada berkali-kali dan ngomong dlm hati "gpp, ikhlas-ikhlas-ikhlas". Tapi masa mau selamanya kayak gitu sih? Tiap apa-apa harus maksa hati buat ikhlas padahal aslinya boro-boro. Ah, katanya kalau sesuatu yang dilakukan berkali-kali biasanya kesananya jadi kebiasaan dan biasa. Tapi kalo perkara ikhlas, beda cerita. Ikhlas itu bukan perkara kebiasaan tapi keinginan. Kalo kita ngelakuin ikhlas berkali-kali tapi gaada keinginan buat beneran ikhlas, itu percuma aja sih. Ya mungkin Allah catat amal baiknya karena usahanya, tapi kedepannya apakah hati kita akan baik-baik saja jika terus menerus berpura-pura? Eit kok jadi tambah ribet ya, perkara ikhlas aja sampe berurusan sama hati segala. Ikhlas bisa kita latih kok gais. Ngelatihnya ga gampang sih. Mesti nyesek dulu yang nyeseknya sampe banget banget gtu. Apalagi kalo kita punya karakter yang s...

Mengapa "aku" Berbeda?

Gambar
  Hari ini, Si aku sedang bercermin menatap parasnya, tubuhnya dan dirinya. aku berbicara kepada cermin, yang menurut sebagian manusia adalah benda mati. Tetapi menurut sebagian manusia yang lain, ada Aku mewujud dalam cermin tersebut. Terkadang aku tersenyum, tetapi beberapa saat kemudian aku menangis. aku tersenyum ketika melihat Aku mewujud dalam diriku sangat sempurna. aku menangis ketika aku tak bisa melihat Aku meski dengan ibadah puluhan tahun lamanya. Dan sepertinya contoh kedua adalah contoh aku yang paling dekat dengan manusia sepertiku. aku lahir dengan sebuah nama, kata yang dipercaya menjadi doa terbaik bagi pemiliknya. Lalu bagaimana jika namanya sudah bagus tetapi hati pemiliknya tak pernah bagus. aku lahir dari keluarga yang baik, lalu bagaimana jika aku tak menjadi orang baik? aku ini masih sering membual dan mempertanyakan takdir Tuhan. "Kenapa seperti ini, kenapa begini, kenapa begitu hingga pada pertanyaan yang krusial kenapa "aku" berbeda?" aku ...