Postingan

Menampilkan postingan dengan label perempuan

Perempuan; Sebuah Permulaan

Perempuan, makhluk Tuhan yang sebagian besar hidupnya seperti kambing hitam. Semenjak lahir ke dunia, perempuan sudah dituntut untuk memaklumi keberadaannya sebagai perempuan. Segala hal yang melekat dalam dirinya, dapat dengan bebas dikomentari oleh orang selainnya. Warna kulitnya, karakternya, apa yang dikenakannya dan hal lainnya selalu menjadi sasaran empuk orang lain. Perempuan harus hidup dengan tuntutan masyarakatnya, karena kalau tidak; ia akan dianggap berbeda. Perempuan kecil dalam sebuah keluarga dituntut oleh orang tua harus bisa mengerjakan pekerjaan domestik; menyapu, mengepel dan lain sebagainya. Budaya patriarki yang tidak pernah hilang membuat perempuan hampir kehilangan masa kecilnya ketika tumbuh menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga. Ia memiliki tanggung jawab yang sama seperti ibu, atau bisa jadi menggantikan tanggung jawab sang ibu. Terkadang, perempuan iri dan muak dengan hidupnya, sebab hidup laki-laki selalu serba mudah dan tanpa tuntutan yang parah. Tetap...

Sudah sampai mana langkah kita sebagai perempuan?

Gambar
copaperu.info Perempuan, siapakah dia? Siapakah mereka? Seorang perempuan bukanlah perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk berperilaku “baperan”, tetapi sosok yang bisa berperan di tengah-tengah masyarakatnya. Seorang perempuan bukanlah sosok yang membiarkan hidupnya hanya terbatas pada ungkapan “dapur-sumur-kasur”, tetapi sosok yang dapat keluar dari ungkapan tersebut. Seorang perempuan bukanlah sosok yang ternomorduakan ketika disandingkan dengan laki-laki, tetapi sosok yang setara dan berdampingan dengan laki-laki. Sudah sampai mana langkah kita sebagai perempuan? Masihkah tertinggal karena menganut sistem patriarki. Masihkah terdiam karena takut menyalahi adat dan norma di tempat sendiri? Masihkah malu bersuara karena dipandang bukan sosok yang punya hak suara? Masihkah harus seperti itu? Mau sampai kapan?     Sudah saatnya seorang perempuan bergerak, bukan hanya diam karena takut tertabrak. Sudah saatnya seorang perempuan maju ke depan, mene...