{Flow-1} Menulis Menjadi Solusi Pikiran yang Terkerangkeng
Hai hai gais, di zaman yang serba canggih ini banyak sekali informasi yang
dapat kita ketahui dan dapatkan secara cuma-cuma ya modal jari jempol aja atau bc-an dari orang lain. Informasi-informasi yang ada secara terus menerus dikonsumsi setiap hari dengan jumlah
yang tidak sama, karena perputaran arus informasi yang sangat besar. Sama halnya dengan kegiatan makan yang dilakukan setiap hari
dengan memasukkan berbagai jenis makanan, minuman dan vitamin.
Adakalanya makanan yang sudah melewati proses di dalam tubuh harus dibuang melalui saluran pembuangan agar tubuh kita kembali menjadi normal atau istilah gaulnya tidak menjadikan perut kita buncit karena terlalu
banyak menyimpan makanan. Begitu juga informasi-informasi yang dikonsumsi
setiap hari dan sudah mengakar di dalam otak, harus ada proses untuk
mengeluarkannya juga. Informasi yang sudah mengakar dalam otak harus segera dikeluarkan
agar tidak menyebabkan otak merasa penuh dan pikiran yang terkerangkeng dengan
cara membuangnya. Membuang pikiran disini bukan serta merta membuang begitu
saja, namun membuang disini yaitu kegiatan dimana kita menyajikan pikiran-pikiran tersebut dalam berbagai media baik media tulisan maupun lisan.
Menulis adalah suatu kegiatan
dimana informasi yang terdapat dalam pikiran dipindahkan melalui suatu media
tulisan yang biasa dilakukan dengan menggunakan pensil atau pulpen dan bisa
juga dengan menggunakan media teknologi seperti komputer, laptop dan hp
android. Tidak setiap orang bisa menjadi seorang penulis yang baik, namun
setiap orang mempunyai potensi untuk menulis yang baik. Sebelum melakukan
kegiatan menulis, seseorang harus menjadi pembaca yang baik. Pembaca yang baik
akan memilih buku-buku yang bernutrisi untuk mendukung dirinya mendapatkan wawasan yang luas. Seperti pernyataan yang terkenal “ buku adalah nutrisi untuk kalbu”.
Seorang pembaca yang baik tidak sembarang memasukkan informasi ke dalam
dirinya, ia akan berusaha mencari buku-buku yang bernutrisi agar apa yang ia
sampaikan kelak bukan sekadar menjadi bacaan semata melainkan memberikan
manfaat dan informasi untuk orang yang membacanya.
Untuk tahapan awal dalam
memudahkan pembaca mengalirkan pikiran yang terdapat segala macam ilmu dan
informasi yang telah didapatkan dalam kegiatan membaca. Pembaca bisa melakukan
latihan-latihan yang ditawarkan oleh Dr. W. James Pannebaker. Latihan yang
ditawarkan oleh beliau adalah dengan meluangkan waktu 15 menit setiap hari yang
akan membantu pembaca mengeluarkan segala bentuk informasi yang terdapat di
dalam pikirannya. Kegiatan tersebut membuat pikiran yang terkerangkeng menjadi
bebas dan plong, karena dialirkan melalui media tulisan.
Kegiatan menulis flow dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Asalkan kita mempunyai ruang privat yang khusus untuk melakukan kegiatan tersebut. Ruang privat harus dikhususkan untuk kegiatan pribadi kita, tidak boleh ada yang menggangunya. Jika kita sudah menyediakan waktu untuk ruang privat, maka kita harus memfokuskan pikiran kita terhadap apa yang akan kita tulis pada saat itu. Sehingga pikiran-pikiran kita akan siap kembali menerima informasi baru tanpa adanya penumpukan beban informasi sebelumnya.
Nah bagi kalian yang tertarik terjun ke dunia kepenulisan. Yuk membiasakan diri untuk meluangkan waktu setidaknya 15 menit untuk menulis apa pun yang ada di pikiran kalian. Jika kalian sudah terbiasa menuangkan apa yang di pikiran kalian, kalian tidak merasa terlalu bebani dengan padatnya informasi yang secara bebas kita konsumsi setiap hari. Terima kasih.
Selamat menulis. Selamat meluangkan waktu untuk sejenak melepas penat dari kepadatan informasi.

Komentar
Posting Komentar