Postingan

{Flow-1} Menulis Menjadi Solusi Pikiran yang Terkerangkeng

Gambar
  sumber: geotimes.co.id Hai hai gais, di zaman yang serba canggih ini banyak sekali informasi yang dapat kita ketahui dan dapatkan secara cuma-cuma ya modal jari jempol aja atau bc-an dari orang lain. Informasi-informasi yang ada secara terus menerus dikonsumsi setiap hari dengan jumlah yang tidak sama, karena perputaran arus informasi yang sangat besar. Sama halnya dengan kegiatan makan yang dilakukan setiap hari dengan memasukkan berbagai jenis makanan, minuman dan vitamin. Adakalanya makanan yang sudah melewati proses di dalam tubuh harus dibuang melalui saluran pembuangan agar tubuh kita kembali menjadi normal atau istilah gaulnya tidak menjadikan perut kita buncit karena terlalu banyak menyimpan makanan. Begitu juga informasi-informasi yang dikonsumsi setiap hari dan sudah mengakar di dalam otak, harus ada proses untuk mengeluarkannya  juga. Informasi yang sudah   mengakar dalam otak harus segera dikeluarkan agar tidak menyebabkan otak merasa penuh dan pikiran yang...

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Gambar
sumber: alkhoirot.org      Halo Assalamualaikum, balik sama admin blog aksara rasa. Hei hei para penongkrong setia aksara rasa. Kali ini aku mau ngobrol seputar lanjutan kemarin tentang mantiq, tapi sekarang mau ngobrolin masalah hukumnya nih. Sebenarnya aku agak ngeri-ngeri gimana gitu kalo bahas hukum, takut salah, maklum masih on going belajarnya, belum tuntas, hehe. Tapi tetap aja kan ceritanya ini program resume kitab, jadi aku mau ngobrolin masalah hukumnya mantiq, tetapi gais-gais ini sepehaman aku selama belajar kitab ini. Kalo dipertengahan pembahasan kalian nemuin hal-hal yang mengganjal, tolong jangan lapor 119 tapi lapor ke aku ya, supaya aku bisa perbaiki (kan belajar hehe).      Setelah membahas tentang kata pengantar penulis dan pengertian mantiq. Pembahasan berikutnya dalam kitab sullam munauroq adalah pembahasan tentang hukum mempelajari ilmu mantiq. Dalam KBBI, hukum mempunyai makna yaitu peraturan yang mengatur pergaulan hidup masyaraka...

[RK1] Kenalan sama Kitab Sullam Munauraq

Gambar
  Halo Assalamu’alaikum para penongkrong setia blog aksara rasa. Kali ini aku mau ngeresume salah satu kitab tipis yang berisi ilmu yang lumayan buat kepalaku pusing tujuh keliling, enggak deng bercanda . Kitab tersebut mempunyai nama “Sullam Munauraq” karya Syeikh Abdurrahman Al Akhdori. Biasanya, kitab tersebut sering dikaji oleh para santri ketika di pesantren, tetapi aku baru kali ini mengkajinya setelah lulus kuliah, rasanya telat banget kan, tapi enggak apa-apa dinikmatin aja, hehe. Seperti kitab pada umumnya, kitab tersebut diawali dengan kata pengantar penulis dan tujuan pemberian nama terhadap kitab tersebut. Namun yang menarik, penulis menggunakan kata-kata filosofis ketika mengungkapkan rasa syukurnya kepada. Salah satu contohnya yaitu dalam mengungkapkan makna kata “Al Hamdu” tidak langsung bermakna pujian semata tetapi mempunyai makna yang lebih mendalam. Kata “Al Hamdu” bermakna sikap yang mencerminkan adanya rasa mengagungkan kepada Dzat yang memberikan nikmat ba...

[3] [Lebih dari Sahabat]

Gambar
Rio tak pernah menyangka jika perasaannya kepada Kiara lebih dari sahabat. Ia tidak bisa lebih lama memendam perasaan tersebut. Ia ingin sekali mengungkapkannya tetapi di sisi lain ia juga takut kehilangan sahabat perempuan satu-satunya tersebut. "Yooo.." panggil Kiara dari kejauhan. Tangannya melambai diiringi sebuah senyuman manis yang paling disukai Rio. "Lo kemana aja, gue cari-cari ke ruang radio gak ada. Lo ga biasanya ada di taman," tanya perempuan yang kini duduk di sebelah Rio dengan nafas yang masih terengah-engah. "Gue ada perlu di sini." "Lo ada perlu apa di taman, gak biasanya. Oh gue tau, gue tau, lo lagi janjian ya?" tebak Kiara sok tahu, "anak mana sekarang? Anak kedokteran lagi atau anak komunikasi?" Rio hanya tersenyum ketika sahabatnya berusaha menebak perempuan yang kencan dirinya. Nyatanya hatinya tak pernah memilih perempuan mana pun, hanya ada sosok Kiara yang mengisi hatinya. "Menurut lo anak mana?" ...

[2] Cinta Pertama

Gambar
  Jalanan kota Jakarta sedang sepi, mungkin karena hari ini car free day (CFD) meskipun hanya sampai jam 09.00, tetapi ruang hatiku berisik seolah-olah sedang asyik mengobrol. Aku terdiam menatap jalanan kota dan lelaki yang kini berada di sebelahku sedang khusyuk menghisap rokok dan sesekali tingkah jailnya muncul, meniupkan asapnya tepat di depan wajahku. Setiap kali momen itu terjadi, aku ingin sekali marah karena aku tidak pernah menyukai aroma rokok dan asapnya tetapi lidahku kelu dan malahan mulutku  secara tidak sadar membentuk bulan sabit diikuti mata menyipit setelah mendapat perlakuan anehnya. Aku tersenyum, tingkah dan semua hal yang bertentangan denganku adalah hal kecil yang perlahan aku sukai darinya. Entah kapan perasaan ini muncul, tetapi seingatku, waktu bekerja sama untuk keberhasilan munculnya perasaan ini. "Kenapa sih kamu ngelakuin hal yang kayak gitu terus?" tanyaku sembari mengibas-ngibas asap yang baru saja ia tiupkan di depan wajahku. Aku mundur perl...

[1] Suka sama Junior

Gambar
  Aku memandangnya dari kejauhan. Senyumannya manis lengkap dengan wajahnya yang lebih tampan dari teman-temanku di kuliah. Selama kajian berlangsung, mataku sesekali memperhatikannya, melihat senyumnya, tingkahnya bahkan berusaha menebak apa yang dibisikkannya kepada teman sebelahnya. Tanpa kusadari, aku membuat beberapa bait puisi tentang perasaan yang kurasakan saat ini ketika memandangnya. Berbunga-bunga dan merasa sangat bahagia, padahal lelaki tersebut tidak melakukan sesuatu yang membuat hatiku terenyuh. Aku tidak mengerti perasaan macam apa yang memenuhi dadaku. Entah perasaan suka atau hanya sebatas rasa yang hadir sesaat dan mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu. Aku tidak akan bisa bersamanya, itu yakinku, karena dia juniorku bahkan muridku selama magang di Yayasan Berdaya Umat. Tetapi, aku juga tidak bisa menahan perasaanku untuk tetap muncul. "Kita tidak pernah tahu rasa itu tumbuh, kemana ia kan meneduh" adalah ungkapan yang berhasil menyemangatiku bahwa...

Kelas Leadership Mencetak Para Pemimpin

Gambar
Sumber: blog.aiesec.org   Ada sebuah hadist mengatakan “Bahwa setiap orang itu akan diminta pertanggung jawabannya”. Hadist tersebut sangat populer apalagi jika dikaitkan dengan kata pemimpin. Kata pemimpin terambil dari kata “pimpin” yang berarti (dalam keadaan) dibimbing dan dituntun. Namun jika kata “pimpin” disisipi dengan kata sambung pe-, maka mempunyai arti yang berbeda lebih menunjukkan makna kepada pelaku/subyek yaitu orang yang memimpin atau orang yang ditunjuk menjadi sesuatu hal yang sentral. Setiap manusia berhak menjadi pemimpin, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Bagaimana bersikap sampai bagaimana berbicara. Pernah mendengar istilah leadership /kepemimpinan? Ternyata untuk menjadi seorang pemimpin yang siap baik mental maupun jiwa raga ada kelas dan training khususnya. Banyak sekali training yang berusaha mengajak masyarakat luas khususnya kaum muda untuk menjadi seorang pemimpin. Karena menjadi pemimpin tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, me...