NIAT DALAM MENUNTUT ILMU
Niat adalah pokok
dasar dalam setiap keadaan dan perbuatan manusia dalam kehidupan, sebagaimana
diperkuat oleh hadis Nabi Saw yang berbunyi: “Sesungguhnya segala amal
perbuatan itu tergantung dengan niatnya.” Niat menjadi pijakan pertama seseorang
untuk melakukan sesuatu, karena niat dapat mempengaruhi perbuatannya kelak. Ada
sebuah hadis yang berbunyi, “Banyak amal perbuatan yang tergambar oleh
gambaran dunia, namun didasari oleh niat yang baik sehingga menjadikan amalan
tersebut menjadi amalan akhirat. Dan banyak amal perbuatan yang tergambar oleh
gambaran akhirat, namun didasari oleh niat yang buruk sehingga menjadikan amalan
tersebut menjadi amalan dunia.” Maksudnya, ada seseorang yang melakukan amalan dunia seperti muamalah, namun
orang tersebut mempunyai niat yang sungguh-sungguh ketika melakukan amalan
tersebut maka amalan yang dilakukannya mempunyai nilai amalan akhirat. Berbeda halnya
ketika ada seseorang melakukan amalan akhirat seperti shalat, namun orang
tersebut melakukannya tanpa didasari oleh niat dan kesadaran, maka amalan yang
dilakukannya mempunyai nilai amalan dunia.
Begitu juga
dalam hal belajar, niat menjadi perkara penting para penuntut ilmu ketika
memulai menuntut ilmu atau belajar. Seorang penuntut ilmu harus mempunyai niat
yang baikk ketika sedang memulai belajar karena niatnya tersebut akan
berpengaruh terhadap hasil yang ia dapatkan selama belajar. Dalam kitab Ta’lim
disebutkan bahwa niat mencari rida Allah menjadi niat awal yang harus dimiliki oleh
seorang penuntut ilmu (muta’allim), karena ketika niatnya dipasrahkan
untuk mencari rida Allah, maka niat-niat lain yang sebagai pendukungnya akan
terlaksana dengan sendirinya. Niat-niat lainnya yang harus dimiliki muta’allim
setelah mempunyai niat awal tersebut yaitu niat untuk mendapatkan kebahagiaan
akhirat, niat untuk menghilangkan kebodohan yang ada di dalam dirinya dan diri
orang lain, niat menghidupkan agama dan menetapkan Islam dalam kehidupannya.
Selain itu,
niat penting kedua yang harus dimiliki oleh muta’allim adalah niat untuk
mensyukuri akal yang telah dianugerahkan Allah kepadanya sebagai sarana berfikir
ketika menuntut ilmu dan niat mensyukuri kesehatan badan. Manusia hanya perlu
bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya karena dengan mensyukuri
nikmat-nikmat tersebut, manusia akan sadar dan tahu diri ketika ia menjalani kehidupan
di dunia. Namun perlu diketahui bahwa ketika belajar atau menuntut ilmu jangan
mempunyai niat yang hanya terbatas pada kenikmatan duniawi seperti niat mencari
popularitas atau pengaruh manusia, niat untuk mengumpulkan keuntungan dunia dan
niat untuk dihargai oleh orang-orang yang berkuasa.
Niat harus
benar-benar murni karena menginginkan rida-Nya, agar apa yang dihasilkannya
kelak suatu saat nanti dapat menjadi bekal ketika di akhirat. Niat yang terbatas
pada kebahagiaan duniawi hanya dapat dicicipi ketika di dunia dan tidak bisa
menjadi bekal ketika di akhirat.
(Inti
pembahasan kitab Ta’lim al-Muta’allim halaman 10-11)

Komentar
Posting Komentar