NIAT DALAM MENUNTUT ILMU


Foto: pcnukendal.com

Niat adalah pokok dasar dalam setiap keadaan dan perbuatan manusia dalam kehidupan, sebagaimana diperkuat oleh hadis Nabi Saw yang berbunyi: “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung dengan niatnya.” Niat menjadi pijakan pertama seseorang untuk melakukan sesuatu, karena niat dapat mempengaruhi perbuatannya kelak. Ada sebuah hadis yang berbunyi, “Banyak amal perbuatan yang tergambar oleh gambaran dunia, namun didasari oleh niat yang baik sehingga menjadikan amalan tersebut menjadi amalan akhirat. Dan banyak amal perbuatan yang tergambar oleh gambaran akhirat, namun didasari oleh niat yang buruk sehingga menjadikan amalan tersebut menjadi amalan dunia.” Maksudnya, ada seseorang yang  melakukan amalan dunia seperti muamalah, namun orang tersebut mempunyai niat yang sungguh-sungguh ketika melakukan amalan tersebut maka amalan yang dilakukannya mempunyai nilai amalan akhirat. Berbeda halnya ketika ada seseorang melakukan amalan akhirat seperti shalat, namun orang tersebut melakukannya tanpa didasari oleh niat dan kesadaran, maka amalan yang dilakukannya mempunyai nilai amalan dunia.  

Begitu juga dalam hal belajar, niat menjadi perkara penting para penuntut ilmu ketika memulai menuntut ilmu atau belajar. Seorang penuntut ilmu harus mempunyai niat yang baikk ketika sedang memulai belajar karena niatnya tersebut akan berpengaruh terhadap hasil yang ia dapatkan selama belajar. Dalam kitab Ta’lim disebutkan bahwa niat mencari rida Allah menjadi niat awal yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu (muta’allim), karena ketika niatnya dipasrahkan untuk mencari rida Allah, maka niat-niat lain yang sebagai pendukungnya akan terlaksana dengan sendirinya. Niat-niat lainnya yang harus dimiliki muta’allim setelah mempunyai niat awal tersebut yaitu niat untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat, niat untuk menghilangkan kebodohan yang ada di dalam dirinya dan diri orang lain, niat menghidupkan agama dan menetapkan Islam dalam kehidupannya.

Selain itu, niat penting kedua yang harus dimiliki oleh muta’allim adalah niat untuk mensyukuri akal yang telah dianugerahkan Allah kepadanya sebagai sarana berfikir ketika menuntut ilmu dan niat mensyukuri kesehatan badan. Manusia hanya perlu bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya karena dengan mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, manusia akan sadar dan tahu diri ketika ia menjalani kehidupan di dunia. Namun perlu diketahui bahwa ketika belajar atau menuntut ilmu jangan mempunyai niat yang hanya terbatas pada kenikmatan duniawi seperti niat mencari popularitas atau pengaruh manusia, niat untuk mengumpulkan keuntungan dunia dan niat untuk dihargai oleh orang-orang yang berkuasa.

Niat harus benar-benar murni karena menginginkan rida-Nya, agar apa yang dihasilkannya kelak suatu saat nanti dapat menjadi bekal ketika di akhirat. Niat yang terbatas pada kebahagiaan duniawi hanya dapat dicicipi ketika di dunia dan tidak bisa menjadi bekal ketika di akhirat.  

(Inti pembahasan kitab Ta’lim al-Muta’allim halaman 10-11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Halaman