KEUTAMAAN ILMU


Sumber: muslimobsession.com

Di era modern, tidak sedikit manusia mampu menghasilkan suatu teknologi yang dapat menunjang kehidupannya. Teknologi tersebut tercipta dikarenakan manusia mempunyai akal, alat yang membuatnya berfikir dan mengembangkan apa yang dipikirkannya. Tentunya dengan akal, manusia mampu mengembangkan ilmu yang didapatkannya baik lewat sekolah formal maupun lewat pengalaman. Seperti yang diketahui bahwa dalam ajaran agama Islam, menuntut ilmu adalah perkara yang wajib dilakukan oleh setiap manusia. Kewajiban tersebut menunjukkan bahwa manusia mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh mahluk lainnya yaitu ilmu. Ilmu menempatkan manusia berada di posisi yang mulia dibanding mahluk lainnya. Maksudnya, ilmu hanya dimiliki oleh manusia karena selain ilmu, hal-hal lain seperti keberanian, kepeduliaan, kekuatan dll dimiliki oleh manusia dan hewan. Sebagaimana Allah telah mengangkat derajat Nabi Adam di atas para malaikat dan memerintahkan mereka sujud kepadanya dikarenakan Nabi Adam mempunyai ilmu yang tidak dimiliki mahluk lainnya selain manusia. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu mengangkat derajat seseorang setinggi-tingginya dan menempatkannya dalam posisi yang mulia.

Ilmu merupakan perkara yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama dalam ajaran Islam, karena ilmu sebagai sarana atau perantara seseorang untuk bertakwa. Dengan ketakwaan, manusia ditempatkan di posisi mulia di sisi Allah. Hal mendasar untuk mendapatkan ilmu adalah dengan belajar. Belajar tidak hanya terbatas pada ruang, waktu dan usia. Belajar dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan umur berapa saja. Baik belajar yang dilakukan secara formal maupun belajar yang dilakukan secara non-formal. Jika ditelisik lagi, seseorang memperoleh banyak ilmu itu bukan karena belajar secara formal melainkan ia belajar dari apa yang dihadapinya selama menjalani hidup yang disebut dengan pengalaman. Anjuran belajar juga diperkuat oleh Muhammad bin al-Hasan dalam syairnya yaitu “belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. Ilmu adalah keistimewaan dan pertanda segala pujian. Dan berenanglah di lautan ilmu yang mempunyai banyak manfaatnya.

Dalam kitab Ta’lim juga disebutkan anjuran untuk mempelajari ilmu agama dikarenakan ilmu tersebut dapat membimbing manusia menuju kebaikan dan ketakwaan. Selain itu ilmu tersebut dapat menunjukkan manusia jalan yang lurus dan terhindar dari segala bentuk keresahan dan penderitaan.  Selain itu juga, disebutkan bahwa “satu orang yang berilmu (faqih) dan bersifat wara’ lebih ditakuti oleh syeitan dibanding 1000 orang yang beribadah.”

(inti pembahasan kitab Ta’lim al-Muta’allim hal 5-7)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NIAT DALAM MENUNTUT ILMU

Halaman

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?