KEUTAMAAN ILMU
Di era modern, tidak
sedikit manusia mampu menghasilkan suatu teknologi yang dapat menunjang
kehidupannya. Teknologi tersebut tercipta dikarenakan manusia mempunyai akal,
alat yang membuatnya berfikir dan mengembangkan apa yang dipikirkannya. Tentunya
dengan akal, manusia mampu mengembangkan ilmu yang didapatkannya baik lewat
sekolah formal maupun lewat pengalaman. Seperti yang diketahui bahwa dalam
ajaran agama Islam, menuntut ilmu adalah perkara yang wajib dilakukan oleh setiap
manusia. Kewajiban tersebut menunjukkan bahwa manusia mempunyai sesuatu yang
tidak dimiliki oleh mahluk lainnya yaitu ilmu. Ilmu menempatkan manusia berada
di posisi yang mulia dibanding mahluk lainnya. Maksudnya, ilmu hanya dimiliki
oleh manusia karena selain ilmu, hal-hal lain seperti keberanian, kepeduliaan,
kekuatan dll dimiliki oleh manusia dan hewan. Sebagaimana Allah telah
mengangkat derajat Nabi Adam di atas para malaikat dan memerintahkan mereka sujud
kepadanya dikarenakan Nabi Adam mempunyai ilmu yang tidak dimiliki mahluk
lainnya selain manusia. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu mengangkat derajat
seseorang setinggi-tingginya dan menempatkannya dalam posisi yang mulia.
Ilmu merupakan perkara
yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama dalam ajaran Islam, karena
ilmu sebagai sarana atau perantara seseorang untuk bertakwa. Dengan ketakwaan,
manusia ditempatkan di posisi mulia di sisi Allah. Hal mendasar untuk
mendapatkan ilmu adalah dengan belajar. Belajar tidak hanya terbatas pada
ruang, waktu dan usia. Belajar dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan umur
berapa saja. Baik belajar yang dilakukan secara formal maupun belajar yang
dilakukan secara non-formal. Jika ditelisik lagi, seseorang memperoleh banyak
ilmu itu bukan karena belajar secara formal melainkan ia belajar dari apa yang
dihadapinya selama menjalani hidup yang disebut dengan pengalaman. Anjuran belajar
juga diperkuat oleh Muhammad bin al-Hasan dalam syairnya yaitu “belajarlah! Sebab
ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. Ilmu adalah keistimewaan dan pertanda
segala pujian. Dan berenanglah di lautan ilmu yang mempunyai banyak manfaatnya.”
Dalam kitab Ta’lim
juga disebutkan anjuran untuk mempelajari ilmu agama dikarenakan ilmu tersebut
dapat membimbing manusia menuju kebaikan dan ketakwaan. Selain itu ilmu
tersebut dapat menunjukkan manusia jalan yang lurus dan terhindar dari segala
bentuk keresahan dan penderitaan. Selain
itu juga, disebutkan bahwa “satu orang yang berilmu (faqih) dan bersifat wara’
lebih ditakuti oleh syeitan dibanding 1000 orang yang beribadah.”
(inti pembahasan
kitab Ta’lim al-Muta’allim hal 5-7)

Komentar
Posting Komentar