MAKNA BASMALLAH



sumber: qazwa.id


Pemahaman singkat tentang kandungan Kitab Ta’lim Muta’allim pada halaman 1-2.

Setiap pengarang (mushanif) memulai pembukaan kitab dengan menggunakan basmallah dikarenakan kata basmallah selalu digunakan ketika akan memulai segala sesuatu. Kata bismallah mempunyai kedalaman makna yang tak terbatas. Kata bismillah diawali dengan kata “bi atau ba`” yang mempunyai makna al-isti’a>nah, meminta pertolongan. Maksudnya, ketika kita mengucapkan bismillah maka secara tidak langsung kita sedang meminta pertolongan kepada sesuatu yang lebih mampu dan berkuasa yang dapat menolong. Kenapa tidak menggunakan kata bi-alla>h tapi bi-ismilla>h? Hal tersebut menunjukkan bahwa kata isim atau nama merupakan simbol kemuliaan yang dimiliki seseorang atau sesuatu. Itulah mengapa orangtua menganjurkan untuk memberikan anaknya sebuah nama yang baik karena nama tersebut akan menjadi simbol kemuliaan yang dimiliknya dan ketika nama disebut maka orang yang menyebutnya berarti sedang mendoakannya. Dan ketika al-isti’a>nah menggunakan kata bi-ismilla>h berarti menunjukkan kepada kita bahwa Allah selalu bermanifestasi dengan menggunakan makhluk-makhluknya yang ada di alam semesta, serta menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta merupakan perwujudan dari keagungan-Nya. Kata Alla>h merupakan lafdzulzalalla>h yang berasal dari kata al-ila>h, mempunyai makna al-mahbu>b, yang dicintai. Allah adalah Dzat yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Lalu kata ar-rahma>n dan ar-rahi>m mempunyai makna maknawi yaitu rahmat, namun keduanya mempunyai makna yang berbeda. Kata ar-rahma>n secara lafaz itu lebih luas maknanya dari pada kata ar-rahi>m . Kata ar-rahma>n, bersifat khusus dan bermakna umum, maksudnya sifat khusus karena sifat tersebut hanya dimiliki oleh Allah dan ketika manusia ingin menggunakan kata tersebut maka harus diawali dengan kata “‘abd”. Sedangkan bermakna umum, maksudnya Allah menganugerahkan segala rahmat kepada seluruh mahluknya tak terkecuali. Ketika berbicara kata ar-rahma>n maka kita mengetahui bahwa hanya Allah-lah yang menjadi sumber segala rahmat baik yang dulu, sekarang dan yang akan datang. Kata ar-rahma>n merupakan shighah muba>laghah yaitu sifat yang mencakup segala bentuk rahmat.

Sedangkan kata ar-rahi>m , bersifat umum dan bermakna umum, maksudnya sifat umum karena sifat tersebut bisa digunakan oleh mahluknya meskipun tanpa memakai kata ‘abd diawal katanya. Sedangkan bermaknakhusus, maksudnya Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin di akhirat. Kata ar-rahi>m  merupkan sifat musyabahah yaitu sifat yang tidak bisa terpisahkan dari pemiliknya secara hakikat, hanya Allah yang memilikinya.

Bismillah merupakan kesadaran atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada mahluk-Nya. Bismillah juga menegaskan bahwa apapun yang terjadi dan lahir itu berasal dari rahmat-Nya. Ketika seseorang menggunakan kata bismillah untuk memulai segala sesuatu dalam hidupnya, maka kata tersebut memastikan seseorang untuk melakukan kebaikan secara sadar, maksudnya melakukan kebaikan yang mempunyai dampak. Karena jika seseorang menggunakan kata bismillah tanpa sadar, maka kebaikannya akan terputus dan tidak berdampak kepada hal-hal lain.

Membaca bismillah merupakan menetapkan dua dasar yaitu jamaliyah dan kamaliyah. Ketika seseorang meyakini adanya bismillah, maka ia yakin bahwa ada dan tidak adanya segala sesuatu itu berasal dari Allah dan ia tidak akan pesimis ketika menjalani hidup. Mari memulai segala sesuatu dengan mengucapkan bismillah yang secara sadar agar hidup lebih mudah dinikmati dan dijalani.



Komentar

  1. Ahsan
    Terimakasih mbak. Tambah referensi kepala nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Terima kasih juga sudah membaca😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NIAT DALAM MENUNTUT ILMU

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Halaman