Postingan

Keluarga?

Gambar
  Kata mereka, keluarga adalah sosok yang paling mengerti diri kita. Nyatanya tak selamanya mereka memahami apa yang kita inginkan. Meskipun begitu, mengagumkannya keluarga, berbeda isi kepala namun tetap ingin bersama dalam satu ruang yang sama, "Rumah". Mereka adalah gambaranku dengan karakter yang berbeda-beda, terkadang menyenangkan, terkadang menyebalkan. Namun ketika bersama mereka, jiwa yang hampa dan kosong ini seakan terisi ruang. Mereka baik sebagai seorang saudara, mereka menyebalkan sebagai seorang saudara, mereka mengagumkan sebagai saudara, mereka adalah orang-orang yang tak pernah ingin kutukar meski dengan segunung emas. Kami berbeda karakter. Kami tak sama. Hobi kamu pun beda bahkan jurusan dan sekolah yang kami tempati pun tak pernah sama. Kami belajar berbagi, memahami dan menikmati sebuah perbedaan sebagai suatu aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Marah-marah karena persoalan sesuatu sudah biasa, main omong-omongan karena saling kesal sudah jadi sarapan....

[CeritaHariIni (1)] Ikhlaaaaas yaaa...

Gambar
Ikhlas, katanya kata yang paling sulit dilakukan oleh manusia. Memang benar sih, kadang kalau mau ikhlas itu harus dipaksa dulu sampe ngelus dada berkali-kali dan ngomong dlm hati "gpp, ikhlas-ikhlas-ikhlas". Tapi masa mau selamanya kayak gitu sih? Tiap apa-apa harus maksa hati buat ikhlas padahal aslinya boro-boro. Ah, katanya kalau sesuatu yang dilakukan berkali-kali biasanya kesananya jadi kebiasaan dan biasa. Tapi kalo perkara ikhlas, beda cerita. Ikhlas itu bukan perkara kebiasaan tapi keinginan. Kalo kita ngelakuin ikhlas berkali-kali tapi gaada keinginan buat beneran ikhlas, itu percuma aja sih. Ya mungkin Allah catat amal baiknya karena usahanya, tapi kedepannya apakah hati kita akan baik-baik saja jika terus menerus berpura-pura? Eit kok jadi tambah ribet ya, perkara ikhlas aja sampe berurusan sama hati segala. Ikhlas bisa kita latih kok gais. Ngelatihnya ga gampang sih. Mesti nyesek dulu yang nyeseknya sampe banget banget gtu. Apalagi kalo kita punya karakter yang s...

Menyempurna menuju-Nya

Gambar
Kematian sangat dekat bahkan kita sebagai manusia tak pernah sedikit pun tahu kapan ajal itu akan menjemput. Sebagai manusia hanya bisa menabung amal untuk bekal di kehidupan selanjutnya, kehidupan yang lebih kekal. aku masih ingat bagaimana parasnya, sikapnya, kebaikannya. Ia adalah sosok sederhana yang bekum bisa aku contoh. Hal yang paling aku ingat, ia selalu mengobrol dengan cucunya, bercerita tentang semua kisah yang menurutku saat itu sangat menarik. Tapi sayang saat itu aku masih muda, ingatanku tidak kuat, ingatanku tidak bisa mengingat secara jelas kisah apa yang diceritakannya sehingga berhasil membuat kami, para cucunya, sangat menantikan momen-momen tersebut. aku tidak benar-benar tahu bagaimana keadaannya sekarang. Yang aku tahu ia pasti sudah tenang dan bahagia di sana. aku tidak meminta-Nya untuk mengembalikannya kepada kami, karena ia milik-Nya dan sudah waktunya kembali kepada-Nya. Saat ini aku hanya berharap semoga petuah-petuahnya dulu selalu mengingatkanku bahwa ki...

"aku tidak benar-benar tahu bagaimana rasanya? Tapi aku pernah merasakannya"

Gambar
aku tidak tahu bagaimana rasanya? aku hanya sebatas melihat, mendengar dan memperhatikan. aku tidak benar-benar tahu bagaimana rasanya? Apakah sangat sakit? Benar-benar sesak? Bahkan hampir bingung apa yang harus dilakukan untuk meredamnya? aku hanya sebatas melihat. Namun jika berbicara kehilangan, aku pernah merasakannya, bukan hanya aku, mungkin kamu atau mereka pun pernah. Tapi aku tidak tahu apakah kadar rasanya sama? Antara aku, kamu dan mereka? aku tidak pernah tahu itu.  Yang aku ingat rasa kehilangan memang tak pernah bisa menuntut kita baik-baik saja. Terlebih lagi kehilangan seseorang yang memang benar-benar dekat dengan kita, selalu ada untuk kita, menjadi sandaran untuk setiap masalah kita, sosok terbaik dalam perhatian dan segala hal baik yang tak pernah kita balas.  Kehilangan kali ini bukan terpisah jarak antara satu kota, satu daerah, satu provinsi, satu negara. Tapi kehilangan yang terpisah ruang antara dunia sekarang dan dunia setelahnya. Kehilangan ini buka...

Mengapa "aku" Berbeda?

Gambar
  Hari ini, Si aku sedang bercermin menatap parasnya, tubuhnya dan dirinya. aku berbicara kepada cermin, yang menurut sebagian manusia adalah benda mati. Tetapi menurut sebagian manusia yang lain, ada Aku mewujud dalam cermin tersebut. Terkadang aku tersenyum, tetapi beberapa saat kemudian aku menangis. aku tersenyum ketika melihat Aku mewujud dalam diriku sangat sempurna. aku menangis ketika aku tak bisa melihat Aku meski dengan ibadah puluhan tahun lamanya. Dan sepertinya contoh kedua adalah contoh aku yang paling dekat dengan manusia sepertiku. aku lahir dengan sebuah nama, kata yang dipercaya menjadi doa terbaik bagi pemiliknya. Lalu bagaimana jika namanya sudah bagus tetapi hati pemiliknya tak pernah bagus. aku lahir dari keluarga yang baik, lalu bagaimana jika aku tak menjadi orang baik? aku ini masih sering membual dan mempertanyakan takdir Tuhan. "Kenapa seperti ini, kenapa begini, kenapa begitu hingga pada pertanyaan yang krusial kenapa "aku" berbeda?" aku ...

{Flow-1} Menulis Menjadi Solusi Pikiran yang Terkerangkeng

Gambar
  sumber: geotimes.co.id Hai hai gais, di zaman yang serba canggih ini banyak sekali informasi yang dapat kita ketahui dan dapatkan secara cuma-cuma ya modal jari jempol aja atau bc-an dari orang lain. Informasi-informasi yang ada secara terus menerus dikonsumsi setiap hari dengan jumlah yang tidak sama, karena perputaran arus informasi yang sangat besar. Sama halnya dengan kegiatan makan yang dilakukan setiap hari dengan memasukkan berbagai jenis makanan, minuman dan vitamin. Adakalanya makanan yang sudah melewati proses di dalam tubuh harus dibuang melalui saluran pembuangan agar tubuh kita kembali menjadi normal atau istilah gaulnya tidak menjadikan perut kita buncit karena terlalu banyak menyimpan makanan. Begitu juga informasi-informasi yang dikonsumsi setiap hari dan sudah mengakar di dalam otak, harus ada proses untuk mengeluarkannya  juga. Informasi yang sudah   mengakar dalam otak harus segera dikeluarkan agar tidak menyebabkan otak merasa penuh dan pikiran yang...

[RK2] Ilmu Mantiq: Apa hukum mempelajarinya?

Gambar
sumber: alkhoirot.org      Halo Assalamualaikum, balik sama admin blog aksara rasa. Hei hei para penongkrong setia aksara rasa. Kali ini aku mau ngobrol seputar lanjutan kemarin tentang mantiq, tapi sekarang mau ngobrolin masalah hukumnya nih. Sebenarnya aku agak ngeri-ngeri gimana gitu kalo bahas hukum, takut salah, maklum masih on going belajarnya, belum tuntas, hehe. Tapi tetap aja kan ceritanya ini program resume kitab, jadi aku mau ngobrolin masalah hukumnya mantiq, tetapi gais-gais ini sepehaman aku selama belajar kitab ini. Kalo dipertengahan pembahasan kalian nemuin hal-hal yang mengganjal, tolong jangan lapor 119 tapi lapor ke aku ya, supaya aku bisa perbaiki (kan belajar hehe).      Setelah membahas tentang kata pengantar penulis dan pengertian mantiq. Pembahasan berikutnya dalam kitab sullam munauroq adalah pembahasan tentang hukum mempelajari ilmu mantiq. Dalam KBBI, hukum mempunyai makna yaitu peraturan yang mengatur pergaulan hidup masyaraka...