DI BAWAH NAUNGAN AL FATIHAH
Dari sejak kecil sang putri memang
mempunyai keinginan yang tinggi untuk merantau ke negeri orang. Banyak hal yang
ingin dia ketahui dan ingin dia dapatkan dengan pengalamannya jika dia pergi ke
negeri yang lain. Dia juga sering mencari informasi dari berbagai sumber
tentang negri-negeri tetangga. Tapi saat keputusan yang dilontarkan oleh
ayahnya, semua keinginannya itu tinggal kepingan-kepingan belaka. Dia merasa
kecewa karena keinginannya itu harus tertunda entah sampai kapan. Dia harus
memendam semua cita-cita yang dia inginkan dari dulu, pergi merantau....
Di kamar yang sepi itu sang putri
terdiam memendam kekecewaan yang mendalam tapi sampai kapanpun sang putri tidak
bisa menentang apa yang dikatakan ayahandanya.
“Dinda dinda ayolah bangun! Janganlah
kamu terus berdiam diri di kamar ini, kandamu ini ingin mengobrol denganmu.”:
pinta sang pangeran yang statusnya adalah adik kandungnya sang putri itu. Sang
pangeran terus saja menarik lengan sang putri untuk menyuruhnya keluar dari
kamar karena jika sang pangeran berada di kamar sang putri dan sang raja
mengetahuinya maka kemarahan raja pun akan meledak. Sang raja memang mempunyai
akhlak yang sangat bijaksana, dia sudah mengajarkan putra putrinya etika yang
baik di dalam istana. Sang raja pun tidak pernah lupa untuk mengingatkan bahwa
semua anggota keluarganya harus menjadi contoh yang baik untuk semua rakyatnya.
Tidak ada satupun dari putra putrinya yang berani melanggar perintah sang raja
karena mereka semua merasa segan dengan sikap bijaksana sang raja.
Beberapa hari setelah kejadian yang
cukup membuat kecewa sang putri, sang raja mulai memerintahkan rakyatnya untuk
membuat suatu bangunan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan
rakyat yang tidak mampu sekolah ke negeri tetangga. Bangunan itu akan tertulis
dalam catatan sejarah awal perkembangan ilmu pengetahuan di negeri tersebut.
Impian sang raja untuk rakyat kecil sangat tinggi sehingga dia rela mengorbankan
putrinya sendiri untuk menjadi contoh, maksudnya menjadi murid pertama yang
akan menempati sekolah tersebut. Keputusan yang telah dikeluarkan oleh sang
raja mendapat dukungan dari berbagai kalangan di negeri tersebut. Dengan
dukungan tersebut mempermudah sang raja untuk mewujudkan cita-citanya yang
begitu mulia.
Komentar
Posting Komentar