Artikel
POTENSI
YANG TERPENDAM
By:
Fatim
al-Mumtaz
“Di
balik sebuah masalah besar akan selalu ada hikmah setelahnya. Di balik deras
dan lebatnya hujan, akan selalu ada pelangi setelahnya. Ada magicuhibiniu.”
–Magicuhibiniu-
Dengan
mengucapkan syukur yang sangat dalam terhadap Dzat yang telah memberikan sebuah
kesempatan kepada saya untuk merangkai kata sehingga menjadi sebuah kalimat.
Seorang
manusia sudah terlahir sebagai pemenang. Namun ia melupakannya sehingga
timbullah berbagai problematika yang membuatnya dilema bukan main. Ia tampil
sebagai manusia, namun tak dapat menggunakan potensi yang terdapat dalam
dirinya karena tertutup oleh asupan-asupan yang membuatnya malas untuk
menggalinya. Potensi dan sebuah keistimewaan diberikan oleh Sang Pencipta
kepada manusia dengan berbeda-beda sesuai dengan porsinya. Karena ia telah
terlahir sebagai pemenang harusnya ia bisa berfikir jikalau dirinya memang
mempunyai keistimewaan itu. Ia tidak pintar ketika mengerjakan soal matematika,
namun ia sangat lihay dan kreatif dalam mencipta karya seni. Apakah itu sebuah
keistimewaan? Tentunya! Namun terkadang manusia hanya melihat sesuatu itu dalam
ruang lingkup kecil, tidak berusaha untuk think out the box. Sehingga bukan
sebuah solusi yang didapat, akan tetapi menghasilkan problem baru lagi.
Bagaimana cara mengenali potensi yang terpendam itu? Kita akan cari
bersama-sama kiat-kiatnya.
Kiat
yang pertama, cobalah kenali dirimu sendiri. Dalam sebuah ungkapan disebutkan “Barang
siapa yang mengenali dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya”. Tahapan
seseorang yang berusaha mengenali dirinya itu akan menghasilkan suatu harapan
yang sesungguhnya, yaitu untuk mengenal Tuhannya. Jadi kenapa tidak kita tanya
diri kita, apa potensi sebenarnya diri kita? Atau enggak coba kita ajak ngobrol
santai jiwa kita. Pasti deh kita dapat jawabannya. Percayalah potensi apa pun
yang Tuhan berikan kepada kita itu tidak sama sekali memberatkan apalgi buruk.
Tuhan itu Maha Baik mana mungkin ia memberikan kepada makhluk-Nya sebuah
keburukan. Jangan melihat potensi orang lain, karena belum tentu kita bisa
menyamainya. Tak mengapa jika kita melihat potensi orang lain sebagai alasan
untuk meningkatkan semangat. Tapi jangan sampai kebablasan. Hingga kita merasa
nyaman dengan potensi orang lain yang jelas-jelas tidak ada dalam diri kita.
Dan melupakan potensi besar yang terdapat di dalam diri kita.
Kiat yang kedua adalah menumbuhkan slogan
Think out the box, berfikir yang meluas dan menyeluruh. Di saat kita berfikir
hanya sebatas ruang lingkup yang kita duduki, tidak ada suatu keistimewaan di
dalamnya, hanya sebuah hal yang biasa aja. Karena keadaan tersebut memang sudah
kita kuasai. Namun jika kita berfikir ke luar, move on dari zona nyaman dan
nyari zona selanjutnya yang lebih menantang. Bukan hanya sebuah keistimewaan
yang didapat melainkan sebuh pengalaman berharaga yang dapat membuat kita lebih
dewasa. Dengan berfikir seperti itu, potensi kita dapat terolah dengan baik
karena dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kiat yang
selanjutnya adalah mengasah potensi kita. Potensi yang terdapat dalam diri kita
jangan dibiarkan sia-sia. Berkarat hingga lumutan, ih sungguh menakutkan bukan.
Tapi mulailah asah dengan melakukan hal yang paling mudah. Misalnya, anda
menemukan potensi anda dalam bidang menulis. Maka mulailah untuk berlatih
menulis. Seperti meluangkan waktunya untuk mengalirkan pikiran dalam tulisan.
Jangan sekalipun berfikir bahwa kita tidak bisa melakukannya, kita bisa bahkan
sangat mampu. Tetap pasang slogan berfikir positif.
Nah kan
ternyata untuk mengenal potensi yang terpendam itu sangat mudah bukan. Yang
membuatnya sulit itu bukan pelaksanaannya melainkan pikiran yang lebih dulu
berfikir sulit.
Selamat
mengaplikasikan!
Komentar
Posting Komentar